Minggu, 14 April 2013

AKL-1 : #2 Pembentukan Persekutuan



BAGIAN 2
PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN
 



PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN BARU

Merupakan pembentukan persekutuan baru berdasarkan kesepakatan dua orang atau lebih sekutu.  Masing-masing sekutu menyetor modal untuk mendirikan perusahaan baru yang akan dimiliki bersama. Setoran modal tersebut dapat berupa kas, aktiva nonkas atau aktiva tidak berujud seperti kemampuan lebih yang dimiliki oleh seorang sekutu diatas kemampuan sekutu yang lain.

Bila aktiva berupa non-kas maka penilaian besarnya modal harus dengan persetujuan maisng-maisng sekutu agar mendapatkan nilai yang wajar dan memenuhi prinsip keadilan sehingga biasanya digunakan nilai pasar yang wajar.

Penurunan nilai aktiva juga harus ditetapkan secara bersama, bila terdapat kemampuan lebih dari sekutu maka perlakuan terhadap kemampuan lebih yang dimiliki sekutu dapat menggunakan salah satu dari 2 metode pengakuan modal yaitu: (1)  Metode Goodwill; (2) Metode Bonus.

SETORAN MODAL BERUPA KAS

Contoh Kasus #1 :
Tuan Tedjo & Tuan Bagus sepakat mendirikan usaha persekutuan firma dengan nama “ FIRMA TB”, dalam hal pendirian persekutuan ini, diakui bahwa Tuan Bagus memiliki kemampuan lebih. Sebagai setoran awal masing-masing sekutu menyetorkan sebagai berikut :  
• Tuan Tedjo    :  Rp 240.000.000
• Tuan Bagus   :  Rp 200.000.000

Diminta :
  1. Buat Jurnal pengakuan setoran modal awal.
  2. Hitung komposisi modal awal pendirian persekutuan dengan menggunakan metode bonus dan goodwill, kemudian susun jurnal yang diperlukan.

Penyelesaian Kasus #1.

  1. Jurnal untuk Setoran Modal Awal

Kas                              440.000.000
                    Modal Tedjo                               240.000.000
                    Modal Bagus                               200.000.000 

      2. Perhitungan komposisi dan pengakuan modal dengan METODE BONUS.

Sekutu
Setoran Modal
Metode Bonus
Jumlah Bonus
(1)
(2)
(1) - (2)
TEDJO
240,000,000
220,000,000
20,000,000
BAGUS
200,000,000
220,000,000
(20,000,000)
TOTAL
440,000,000
440,000,000



 Jurnal untuk mencatat besarnya bonus :

 Modal Tedjo                          20.000.000
            Modal Bagus                           20.000.000

Dengan demikian, Modal Tedjo akan berkurang sebesar 20.000.000 dan Modal Bagus bertambah sebesar 20.000.000. Bertambahnya modal bagus merupakan kompensasi atas kemampuan lebih yang dimilikinya. Setelah adanya perubahan modal yang diakibatkan perhitungan metode bonus, maka neraca FIRMA TB adalah sebagai berikut :

NERACA FIRMA TB
AKTIVA

  PASIVA

Kas
440,000,000
  Modal Tedjo
220,000,000


  Modal Bagus
220,000,000
Jumlah :
440,000,000
 Jumlah :
440,000,000

  
  1. Perhitungan komposisi dan pengakuan modal dengan METODE GOODWILL.

Sekutu
Setoran Modal
Metode Goodwill
Nilai Goodwill
(1)
(2)
(2) - (1)
TEDJO
240,000,000
240,000,000
0
BAGUS
200,000,000
240,000,000
(40,000,000)
TOTAL
440,000,000
480,000,000

           
Untuk metode goodwil digunakan nilai nominal modal yang paling besar yang selanjutnya dijadikan nilai modal yang harus dimiliki oleh para sekutu. Dengan demikian terdapat kekurangan salahsatu sekutu antara modal awal yang disetor dan nilai metode goodwill. Selisih yang terjadi atas perhitungan tersebut merupakan nilai goodwill yang harus dibentuk dan menambah modal sipemilik goodwill.

Jurnal pembentukan goodwill :

Goodwill                         40.000.000
     Modal Bagus                                     40.000.000

Akibat pembentukan goodwill tersebut, maka modal Bagus akan bertambah sebesar 40.000.000. Sehingga bentuk Neraca Firma TB sebagai berikut :

NERACA FIRMA TB
AKTIVA

  PASIVA

Kas
440,000,000
  Modal Tedjo
240,000,000
Goodwill
40,000,000
  Modal Bagus
240,000,000
Jumlah :
480,000,000
 Jumlah :
480,000,000


MEMBENTUK PERSEKUTUAN BARU DARI PERUSAHAAN PERSEORANGAN YANG SUDAH ADA.

Contoh Kasus #2.
Tuan Omar memiliki usaha perseorangan, yang bergerak dalam usaha service dan penjualan suku cadang kendaraan bermotor. Untuk memperbesar usahanya, tuan Omar mengajak tuan Amir bergabung. Tuan Omar dan Tuan Amir sepakat untuk membentuk Persekutuan Firma OKE MOTOR, dengan kesepakatan sebagai berikut :

a.       Tuan Amir menyetorkan modal sebesar Rp. 250.000.000
b.      Tuan Omar akan menggunakan Aktiva Bersih dari perusahaannya sebagai setoran modalnya.

Adapun Neraca perusahaan Tuan Omar adalah sebagai berikut :

NERACA OMAR 31 Desember 2008





AKTIVA


PASIVA

Kas

25,000,000
  Utang Bank
55,000,000
Piutang Dagang

30,000,000
  Modal Omar
80,000,000
Persediaan  Br.dg

35,000,000


Tanah

28,000,000


Gedung
25,000,000



Ak.Depr.Gedung
(15,000,000)
10,000,000


Peralatan
15,000,000



Ak.Depr.Peralatan
(8,000,000)
7,000,000


TOTAL AKTIVA

135,000,000
 TOTAL PASIVA
135,000,000

Dari kondisi Neraca tersebut, para sekutu sepakat untuk mengakui dan mengadakan penyesuaian sebagai berikut :
  1. Cadangan kerugian atas saldo piutang sebesar 10%
  2. Pesediaan barang dagang dinilai kembali menjadi sebesar Rp.40.000.000
  3. Nilai Tanah diakui sebesar Rp. 40.000.000
  4. Pengakuan Utang Biaya sebesar Rp.4.000.000
  5. Goodwill untuk Tuan Omar Rp.10.000.000

Diminta :
  1. Buatlah perhitungan perubahan terhadap pos-pos dimaksud.
  2. Buatlah jurnal setoran modal dan jurnal penyesuaian yang diperlukan
  3. Susun Neraca  

Penyelesaian Kasus #2.

Perhitungan atas perubahan Pos-pos Neraca Tuan Omar.
Persediaan Barang Dagang

Nilai Pasar
40,000,000

Nilai Buku
35,000,000

Kenaikan Nilai Persediaan
5,000,000



Tanah


Nilai Pasar
40,000,000

Nilai Buku
28,000,000

Kenaikan Nilai Tanah
12,000,000



Pengakuan Goodwill
10,000,000
Jumlah penambahan modal (I)
27,000,000



Kerugian Piutang (10%)
3,000,000
Utang Biaya

4,000,000
Jumlah Pengurangan Modal (II)
7,000,000
Kenaikan Modal Tuan Omar (I-II)
20,000,000

Jurnal Setoran Modal Tuan Amir  :

Kas
250,000,000

    Modal Tuan Amir

250,000,000

Jurnal penyesuaian :


Persediaan

5,000,000

Tanah

12,000,000

Goodwill

10,000,000

    Cadangan Kerugian Piutang

3,000,000
    Utang Biaya


4,000,000
    Modal Tuan Omar

20,000,000

OKE MOTOR
NERACA PER 31 JANUARI 2009
AKTIVA


  PASIVA

Kas

275,000,000
  Kewajiban :

Piutang Dagang
30,000,000

  Utang Bank
55,000,000
Cadangan kerugian Piutang
(3,000,000)
27,000,000
  Utang Biaya
4,000,000
Persediaan Barang dagang

40,000,000
  Modal :

Tanah

40,000,000
  Modal Tuan Amir
250,000,000
Gedung
25,000,000

  Modal Tuan Omar
100,000,000
Akum.Depresiasi
(15,000,000)
10,000,000


Peralatan
15,000,000



Akum.Depresiasi
(8,000,000)
7,000,000


Goodwill

10,000,000


TOTAL AKTIVA

409,000,000
  TOTAL PASIVA
409,000,000



KASUS #3
Dari Kasus #2, bagaimana jika dalam penggabungan usahanya tersebut, Tuan Omar Menarik terlebih dahulu Uang sebesar Nilai Kasnya ?

KASUS #4
Tiga orang sahabat Minah, Tedi, dan Shanty pada awal tahun 2009 akan mendirikan persekutuan baru dengan usaha Café yang diberi nama “CAFÉ GAUL”.  Sementara itu, Shanty sebelumnya telah memiliki usaha cafetaria, dan saat ini akan menyertakan aktiva bersih dari perusahaannya. Sedangkan Minah dan Tedi masing-masing menyerahkan modal sebesar Rp. 75.000.000 dan Rp. 80.000.000.

Adapun Neraca Saldo perusahaan Shanty saat ini adalah :

Neraca Saldo Per 1 Januari 2009
Account
Debet
Kredit
Kas
40,000,000

Piutang Dagang
15,000,000

Persediaan Brg. Dagangan.
20,000,000

Tanah
35,000,000

Gedung
40,000,000

Akumulasi Penyusutan Gedung

16,000,000
Peralatan
30,000,000

Akumulasi penyusutan Peralatan

12,000,000
Hutang Bank

75,000,000
Modal Shanty

77,000,000
Total
180,000,000
180,000,000

Ketiga sahabat sepakat untuk menyesuaikan hal-hal sebagai berikut dari pembukuan milik Shanty yang akan disertakan.

1. Cadangan kerugian piutang diakui sebesar 12% dari saldo piutang dagang.
2. Persediaan dinilai dari nilai pasarnya sebesar Rp. 29.000.000
3. Adanya goodwill dari usaha yang dijalankan Shanty Rp. 18.000.000
4. Nilai tanah dinilai kembali menjadi Rp. 47.000.000
5. Diakui adanya hutang gaji sebesar Rp 6.500.000

Diminta :
    1. Buatlah perhitungan perubahan modal Shanty yang diakui
    2. Buatlah Jurnal-jurnal yang diperlukan
    3. Susun Neraca CAFE GAUL  !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar